Skip links
Published on: Blog

8 Pura di Pulau Menjangan Bali

Pulau Menjangan adalah pulau kecil yang terletak 5 mil di bagian barat laut pulau Bali. Pulau ini termasuk ke dalam Kawasan Taman Nasional Bali Barat. Salah satu cara untuk bisa sampai ke tempat ini adalah menggunakan boat dari pelabuhan Banyuwedang. Kapasitas boat yang digunakan juga cukup terbatas yaitu maksimal 10 orang per boat. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Pulau Menjangan adalah 30-40 menit. Mengapa disebut dengan pulau Menjangan?. Nama pulau ini diambil dari bahasa setempat yaitu “menjangan” yang berarti rusa atau kijang. Karena pulau menjangan ini merupakan habitat rusa/kijang liar yang menjadi penghuni pulau ini.

Pulau ini juga memiliki keidahan bawah laut yang yang sangat cocok untuk aktivitas diving. Selain itu di pulau menjangan juga terdapat 8 pura yang biasanya dijadikan sebagai tujuan untuk tirta yatra. Nah pura apa saja yang ada di Pulau menjangan?. Yuk kita simak!.

8 Pura di Pulau Menjangan Bali

  1. Pura Taman Beji

Setelah sampai di Pulau menjangan, pura ini adalah pura pertama yang akan anda kunjungi saat tirta yatra di Pulau menjangan. Ditempat ini juga terdapat bangunan kecil yang biasanya digunakan untuk menunggu dan bersantai sebelum bersembahyang. Disini juga tertulis jelas tahapan-tahapan persembahyangan di Pulau menjangan.

  1. Pesraman Agung Kebo Iwa (Hyang Brahma Ireng)

Pura selanjutnya adalah Pesraman Agung Kebo Ireng yang terletak di sebelah kiri jalan setapak. Kebo Iwa adalah seorang patih yang sakti mandraguna dari kerajaan Bedahulu. Dimana konon kerajaan ini adalah satu-satunya kerajaan yang tidak mau tunduk dengan Majapahit. Jika di pura-pura pada umumnya anda akan mendapat bija saat selesai persembahyangan. Berbeda halnya dengan pura ini, anda akan dianugerahi abu ireng yang diletakkan di kening.

  1. Pagoda Agung Dewi Kwan Im (Dewi Kemakmuran)

Paket Tirta Yatra Pulau MenjanganDewi Kwan Im juga dikenal sebagai dewi kemakmuran. Pelinggih Dewi Kwan Im di Bali biasanya berbentuk pagoda, yang memberikan gambaran komprehensif hubungan Tionghoa-Bali. Konon Seorang raja di Bali yaitu Raja Sri Maharaj Jayapangus menikahi putri Raja Chung Kang dari dinasti Sung. Sehingga budaya tionghoa juga berkembang di Bali. Maka dari itu di Bali terdapat banyak pura dengan pelinggih klenteng. Tata cara untuk sembahyang di pelinggih ini adalah dengan menggunakan dupa yang berjumlah ganjil. Selain itu tidak disarankan menggunakan sarana daging termasuk telur di pelinggih ini. Sarana yang bisa anda gunakan adalah buah-buahan, bunga dan wewangian.

  1. Pendopo Ida Bhatara Lingsir Dalem Gajah Mada (Hyang Wisnu Murti)

Tujuan persembahyangan selanjutnya adalah Pendopo Ida Bhatara Lingsir Dalem Gajah Mada. Pura ini merupakan tempat pemujaan perwujudan Sang Hyang Wisnu yang kental dengan nuansa jawa. Hal ini terlihat dari pintu kayu yang dibuat dengan ornamen seni joglo. Setelah persembahyangan selesai, anda akan dianugerahi benang tridatu yang diikatkan di tangan kanan.

8 Pura di Pulau Menjangan Bali

  1. Pura Sang Hyang Siwa Pasupati

Pura yang berarsitektur Bali ini berbentuk padmasana yang merupakan tempat berstana Hyang Pasupati. Tata cara persembahyangan di pura ini hampir sama dengan pura-pura pada umumnya.

  1. Pelinggih Ida Bhatara Lingsir Watu Renggong

Lanjut ke pura selanjutnya yang berada di sebelah kanan Pura Hyang Pasupati yaitu pelinggih Dalem Waturenggong dan Erlangga. Pura ini memiliki kaitan dengan sejarah Raja Gelgel pada tahun1460-1550 yaitu Dalem Waturenggong. Pada masa itu adalah masa kejayaan Bali Dwipa dalam penegakan hukum dan pemerintahannya. Setelah persembahyangan anda akan dianugerahi bija berwarna kuning.

  1. Pelinggih Sang Hyang Ganesha

Persembahyangan selanjutnya akan dilakukan di pelinggih Ganesha yang berada di belakang Pura Sang Hyang Pasupati. Pelinggih ini dipercaya sebagai tempat berstananya Dewa Ganesha dan Dewi Parwati. Pelinggih ini menghadap langsung ke laut, sehingga pada saat sembahyang, anda akan berada di belakang pelinggih dan menghadap ke laut. Tata cara persembahyangan di pelinggih ini dengan menggunakan dupa saja. Setelah mendapat tirta dan bija,kemudian melakukan sembah sujud dengan mencium kaki pelinggih Ganesha.

  1. Pura Segara Giri Dharma Kencana

Pelinggih yang satu ini didominasi dengan warna putih ini bernama Pura Segara Giri Dharma Kencana. Latar belakang dari pura ini adalah perjalanan Dang Hyang Sidhimantra ke Bali. Konon katanya Dang Hyang Sidimatra menorehkan tongkat saktinya untuk memisahkan pulau Jawa dan Bali.

Mungkin ini yang anda cari : Paket tirta yatra murah di Pulau Menjangan

Nah diatas sudah kami bahas 8 Pura di Pulau Menjangan Bali yang bisa menjadi tujuan anda untuk tirta yatra di Bali bersama rombongan anda.

Informasi paket tirta yatra di jawa dan bali WhatsApp 08124671703.

WhatsApp chat