Skip links
Published on: Blog

Pura Uluwatu Bali

Pura Uluwatu Bali merupakan salah satu pura dang kahyangan yang biasanya dikunjungi oleh umat hindu. Selain untuk sembahyang, pura ini biasanya juga dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke bali untuk liburan. Pura Uluwatu ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai tujuan untuk wisata spiritual atau tirta yatra.

Daya Tarik Wisata Pura Uluwatu Bali.

Pura Uluwatu BaliPura  Uluwatu  merupakan pura yang berada diatas tebing karang berdiri kokoh dibatu karang yang menjorok ke tengah lautan dengan ketinggian kurang lebih 97 meter membuat pura ini menjadi sangat indah, tebing berbatu disekeliling pura memberikan pemandangan yang sangat luar biasa dan sangat memanjakan mata para wisatawan yang mengunjunginya. Selain itu laut dibawahnya juga tidak kalah menariknya untuk mecuri perhatian para peselancar dunia untuk sekedar menikmati ombak-ombak yang tercipta disebelah kanan Pura Uluwatu. Keindahan panorama disekeliling Pura Uluwatu akan semakin memukau para wisatawan pada saat matahari terbenam/sunset yang dapat dinikmati dari beberapa sisi tebing diseputar pura, apalagi kemudian kehadiran tari kecak Uluwatu yang dipentaskan di panggung terbuka membuat tempat wisata ini semakin diminati oleh wisatawan seluruh dunia.

Sejarah Pura Uluwatu Bali.

Pura Uluwatu BaliPura Uluwatu diprediksi sudah ada sejak tahun Isaka 808 atau sekitar 886 Masehi. Namun tidak diketahui secara jelas kapan pura uluwatu dibangun oleh Mpu Kuturan atau Mpu Rajakreta. Candi Kurung Padu Raksa bersayap di Sendang Duwur sama dengan Candi Kurung Padu Raksa di Pura Luhur Uluwatu. Dengan demikian nampaknya lebih tepat kalau dikatakan bahwa Candi Kurung Padu Raksa di Pura Luhur Uluwatu dibuat pada zaman Dang Hyang Dwijendra yaitu abad XVI. Karena Dang Hyang Dwijendra-lah yang memperluas Pura Luhur Uluwatu. Jika kita memasuki area jaba tengah terus masuk akan melalui Candi kurung, candi Kurung ini yang menduga dibuat yaitu sekitar abad 11 Masehi. Jika dihubungkan dengan keberadaan Candi Kurung bersayap yang ada di Pura Sakenan. Namun ada juga yang berpendapat bahwa Candi Kurung bersayap seperti ini ada di Jawa Timur peninggalan purbakala di Sendang Duwur dengan Candra Sengkala yaitu tanda tahun Saka dengan kalimat dalam bahasa Jawa Kuno sbb: Gunaning salira tirtha bayu, artinya menunjukkan angka tahun Saka 1483 atau tahun 1561 Masehi.

Mungkin ini yang kamu butuhkan : Sewa Bus Untuk Tirta Yatra di Bali.

Sejarah Moksa Dang Hyang Dwijendra di Pura Uluwatu Bali.

10 Pura untuk Tirta Yatra di BaliDikisahkan ketika pada suatu hari pada Anggara Kliwon Wuku Medangsia, Dang Hyang Dwijendra diberi wahyu dari Tuhan pada hari itu juga beliau harus pergi ke sorga. Dang Hyang Dwijendra merasa bahagia karena saat yang dinanti-nantikannya telah tiba. Namun, pendeta yang juga memiliki nama Danghyang Nirartha itu masih menyimpan satu pustaka yang bakal diberikan kepada putranya. Di bawah ujung Pura Uluwatu, ada seorang nelayan bernama Ki Pasek Nambangan. Danghyang Dwijendra meminta agar Ki Pasek Nambangan mau menyampikan kepada anaknya, Empu Mas di desa Mas bahwa Dang hyang Dwijendra menaruh sebuah pustaka di Pura Luhur Uluwatu. Kemudian Ki Pasek Nambanganpun memberikan sebuah permintaan dari Dhangyang Nirarta. Kemudian Ki Pasek Nambangan akhirnya pergi, sementara Dhangyang Dwijendra melakukan tapa yoga semadi. Selanjutnya  Maha Resipun akhirnya moksah (Pergi ke surga tanpa meninggalkan badan kasar) dengan cepat seperti sebuah kilat. KI Pasek nambangan hanya melihat sebuah cahaya ke angkasa. Cerita sejarah Pura Uluwatu ini kemudian berkembang menjadi kepercayaan masyarakat setempat dan Hindu di Bali. Bahwa keberadaan Pura Uluwatu memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan beragama masyarakat Hindu di Bali.

Pentingnya Keberadaan Pura Uluwatu Bali.

Pura Luhur Uluwatu mempunyai peranan penting dalam ista dewata Bali. Dalam Padma Bhuana di Bali Pura Uluwatu terletak di daerah barat daya, dimana merupakan tempat memuja dewa Rudra. Selain posisi geografis, keunikan lain dari Pura Luhur Uluwatu adalah arah pemujaan yang menuju Barat Daya. Umumnya, di beberapa prahyangan lainnya di Bali, pemujaannya menghadap ke utara dan timur.

Pura Uluwatu BaliKetika kita lihat di sebelah kiri sebelum memasuki candi terdapat pelinggih Dalem Jurit ini dapat ditemukan 3 tugu Tri Murti, merupakan subuah tempat memuja Dewa Siwa Rudra. Di jaba tengah ini kita menoleh ke kiri lagi ada sebuah bak air yang selalu berisi air meskipun musim kering sekalipun. Hal ini dianggap suatu keajaiban dari Pura Luhur Uluwatu. Sebab, di wilayah Desa Pecatu adalah daerah perbukitan batu karang berkapur yang mengandalkan air hujan. Karena ada keajaibannya, maka bak air itu dikeramatkan. Biasanya digunakan untuk kepentingan tirta suci.  Setelah kita masuk ke jeroan (bagian dalam pura) kita menjumpai bangunan yang paling pokok yaitu Meru Tumpang Tiga tempat pemujaan Dewa Siwa Rudra. Bangunan yang lainnya adalah bangunan pelengkap saja seperti Tajuk tempat meletakkan upacara dan Balai Pawedaan tempat pandita memuja memimpin upacara.

Kapan Piodalan di Pura Uluwatu Bali dan Jadwal Nangkil yang baik?.

Upacara piodalan atau hari raya besar di Pura Uluwatu jatuh pada Anggara Kliwon, Wuku Medangsia. Jika kamu ingin tangkil ke pura ini, kamu bisa memilih waktu di pagi, siang maupun sore hari hingga malam hari. Namun jika sebaiknya hindari nangkil di sore hari agar tidak terjebak macet di kawasan ukuwatu. Karena di sore hari biasanya banyak wisatawan yang melintasi jalur uluwatu setelah menonton kecak fire dance.

Mungkin ini yang anda cari : Paket tirta yatra murah di Bali.

WhatsApp chat