Skip links
Published on: Blog

10 Pura untuk Tirta Yatra di Jawa

Pulau Jawa menjadi bertujuan alternative untuk tirta yatra selain pulau Bali. Hal ini disebabkan karena pulau Jawa memiliki banyak pura yang menjadi tujuan untuk tirta yatra. Salah satu pura yang paling banyak dikunjungi adalah Agung Blambangan. Pura ini merupakan salah satu pura terbesar di Jawa yang menjadi tujuan umat hindu untuk tirta yatra. Selain untuk tirta yatra, pura ini juga menjadi tempat yang banyak dikunjungi oleh wisatawan saat liburan ke Jawa. Jawa juga memiliki banyak pura yang indah dan sakral yang diminati pengunjung untuk berwisata maupun sembahyang. Pura tersebut tersebar di beberapa titik pulau Jawa. Berikut akan kami bahas 10 pura untuk tirta yatra di Jawa!. Pilihan paket tirta yatra di jawa. Berikut akan kami bahas 10 pura untuk tirta yatra di Jawa.

10 Pura untuk Tirta Yatra di Jawa

1. Pura Agung Blambangan

Pura Blambangan berdiri pada tahun 1974, namun baru diresmikan pada tahun 1980 bertepatan dengan Hari Raya Kuningan. Pura ini memiliki hubungan yang sangat erat kaiatannya dengan kerajaan Blambangan. Kerajaan Blambangan sudah berakhir pada pemerintahan Prabu Minakjinggo saat akhir era Majapahit. Awalnya pura ini merupakan situs umpak songo peninggalan kerajaan Blambangan. Namun pura ini kemudian dipindahkan ke tempat yang sekarang diatas lahan seluas 1 hektare dengan kapasitas 1000 orang. Persembahyangan di Pura Agung Blambangan dipandu oleh 21 pemangku yang siap memandu kamu. Nah jika kamu ingin nangkil ke pura ini saat odalan, sebaiknya datang tiga hari sebelum puncak odalan yaitu pada Hari Raya Kuningan.

2. Pura Mandara Giri Semeru Agung

Pura Mandara giri Semeru Agung terletak di kaki gunung Semeru, tepatnya di Jalan Serma Dohir, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang – Jawa Timur. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Arsitektur dan tata ruang mirip Pura yang berada di Bali namun dikombinasikan dengan arsitektur khas Majajpahit. Di pura ini terdapat wantilan, ornamen patung gajah atau bale gajah. Pura ini tidak pernah sepi dari aktivitas keagamaan seperti Pamlaspas Alit dan Mapulang Dasar Sarwa Sekar yang digelar pada Minggu Manis, Wuku Menail. Selain sebagai tempat persembahayangan bagi Umat Hindu, pura ini juga merupakan destinasi wisata yang diminati wisatawan.

3. Pura Giri Selaka Alas Purwo

Pura yang berada di dusun Kaliagung, desa Kendalrejo, kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini, dikenal sebagai pura kawitan atau yang pertama. Konon pura ini adalah tempat pertapaan maha resi suci Hindu zaman dulu yaitu Resi Bharadah.

Untuk menuju Pura Alas Purwo para pengunjung harus memasuki kawasan hutan Taman Nasional Alas Purwo. Dari pintu depan kawasan hutan Taman Nasional, diperlukan waktu sekitar 1 jam menuju pura, melewati hutan jati yang rimbun.

4. Pura Luhur Poten Bromo

Pura Luhur Poten bromo terletak di kaki gunung bromo. Pura ini menjadi tempat pemujaan bagi masyarakat Tengger yang beragama Hindu. Pura ini berdiri pada tahun 2000 menjadi tempat pemujaan Dewa Brohmo (Dewa Brahma), yang menjadi manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Sang Pencipta. Nama Bromo sendiri diambil dari nama Dewa Brohmo.

Pura Luhur Poten terdiri dari beberapa bangunan yang ditata dalam suatu susunan komposisi di pekarangan yang dibagi menjadi tiga mandala / zona. Masing-masing Mandala Utama yaitu tempat pelaksanaan pemujaan persembahyangan yang di dalamnya sebuah Padma (tempat pemujaan), Mandala Madya (tengah) sebagai tempat persiapan dan pengiring upacara persembahyangan, Mandala Nista (depan) yaitu tempat peralihan dari luar ke dalam pura.

Tiap mandala / zona memiliki bangunan candi bentar yang menjadi pintu masuk dengan arsitektur jawa dan bali. Pekarangan pura dibatasi oleh tembok penyengker dengan kreasinya sesuai dengan keindahan arsitekturnya.

5. Pura Giri Wiseso

Pura yang satu ini terletak di Jl. Sidorejo dusun, Curah Pecak, Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Biasanya pura ini menjadi salah satu pura yang banyak dikunjungi saat wisata spiritual di Jawa. Selain umat hindu di Pulau Jawa, pura ini juga biasanya dikunjungi oleh umat hindu yang berasal dari Bali maupun pulau lainnya.

10 Pura untuk Tirta Yatra di Pulau Jawa

6. Pura Pasekan Karang Pandan

Bali adalah pulau dengan seribu pura, namun siapa sangka jika induk dari pura di Bali malah berada di tanah Jawa, tepatnya ada di Kabupaten Karanganyar, provinsi Jawa Tengah. Pura tersebut ialah Pura Pemacekan atau lebih dikenal dengan nama Pura Pasek, suatu pura bercorak Hindu yang berdiri di kaki Gunung Lawu. Menurut Babad Bali, pura ini adalah induk dari pura-pura pasek lainnya yang ada di Bali. Disini terdapat banyak peninggalan berupa candi dan pura yang diperkirakan berasal dari akhir masa kerajaan Majapahit yang kala itu dipimpin oleh Raja Brawijaya V. Lokasi keberadaan pura ini tidak jauh dari Tawangmangu dan berjarak 35 km dari kota Surakarta sehingga dapat dijangkau dengan kendaraan selama 1 jam perjalanan.

7. Pura Penataran Agung Margowening Sidoarjo

Pura yang satu ini terletak di Desa Balong Garut, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Awalnya pura ini dibangun oleh Mbah Untung bersama keluarga dan warna local penganut agama Hindu kejawen di desanya. Dengan mengandalkan alat dan dana seadanya, akhirnya pura Penataran Agung Margowening ini berhasil di bangun pada tahun 1977. Pura ini dibangun dilahan seluas kurang lebih 150 meter persegi. Namun seiring berjalannya waktu, pura ini mulai dikunjungi banyak pemedek dari luar sidoarjo. Sehingga pada tahun 1999 dilakukan pelebaran pura dengan luas 640 meter persegi dengan jarak 15 meter dari pura lama. Pada tahun 2004 dilakukan upacara ngenteg linggih atau peresmian perluasan pura oleh bupati sidoarjo Win Hendrarso.

8. Pura Majapahit Trowulan Mojokerto

Pura Majapahit Trowulan MojokertoPura Trowulan ini merupakan situs peninggalan pada zaman kerjaan Majapahit. Lokasi pura ini  berada di Jalan Brawijaya Dara Jingga Nomer 13/16, tembus Sabda Palon 6 utara kolam segaran. Sekarang situus ini di teruskan oleh keturunan “Ratu Bathara Majapahit” yang bernama Hyang Surya Wilatikta yang ber-Abhiseka Hyang Bathara Agung Sri Wilatikta Brahmaraja XI yang terbukti di abad ini bisa menyatukan umat dari segala suku,ras dan agama.

9. Pura Gunung Raung

Pura Gunung RaungBanyuwangi, Jawa Timur, merupakan kawasan wisata spiritual alternatif setelah Bali. Setiap tahun, Banyuwangi mendapat limpahan ribuan wisatawan yang bertirtayatra dari Bali. Di tanah Banyuwangi, sampai saat ini sudah dibangun ratusan pura, seiring dengan bangkitnya umat Hindu di tanah Blambangan yang telah tidur panjang semenjak runtuhnya kerajaan Majapahit.

Salah satu pura yang terkenal di Banyuwangi adalah Pura Natar Sari.  Pura ini  terletak di Dusun Kali Wadung, Desa Kali Gondo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Untuk mencapai pura ini diperlukan waktu sekitar satu jam perjalanan dari Pura Agung Blambangan ke arah barat laut menuju lereng Gunung Raung. Pura ini dibangun sekitar tahun 1967 oleh sekelompok masyarakat setempat yang masih kuat memegang keyakinan leluhur. Walaupun pada saat itu mereka mengalami intimidasi yang kuat oleh golongan tertentu. Namun di tengah tekanan dan intimidasi, mereka masih memiliki keyakinan akan keagungan agama leluhur.

Umat Hindu Kali Wadung sangat mendambakan kunjungan dari umat sedarma darimanapun berada. Selain untuk bersembahyang, juga untuk mengenal keberadaan umat Hindu di tanah Jawa sekaligus untuk menjalin persaudaraan. Peradaban lereng Gunung Raung yang kini telah bangkit seperti Petilasan Maharesi Markandeya di Gumuk Kancil, Pura Sugih Waras Bumi Harjo, Pura Sandya Dharma, Pura Beji Anantaboga, Pura Banyubening, Situs Rowo Bayu dengan petilasan Prabu Tawangalun dan Pura Candi Puncak Agung Macan Putih, Situs Gumuk Payung, dll.

10. Pura Luhur Giri Arjuno Malang

Pura Luuhur Giri Arjuno MalangPura Luhur Giri Arjuno merupakan tempat ibadah pemeluk agama Hindu terbesar yang dimiliki Kota Batu. Luas pura ini sendiri kurang lebih 6 hektare yang terletak di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Untuk mencapai pura ini, Anda hanya butuh menempuh jarak 12 km dari Alun-alun Kota Batu dengan menggunakan kendaraan bermotor. Anda cukup mengambil rute menuju Dusun Junggo dan terus menuju utara hingga memasuki gapura pura di Desa Tulungrejo. Setelah melewati jalanan menanjak sepanjang 3 km, akan terlihat bangunan Pura Luhur Giri Arjuno pada sisi sebelah kiri jalan.

Butuh Paket tirta yatra murah di Jawa : WhatsApp 08124671703.

Nah diatas sudah kami bahas beberapa pura yang bisa menjadi tujuan anda untuk tirta yatra di Jawa bersama rombongan anda.

WhatsApp chat